Just another free Blogger theme

Rabu, 15 Mei 2024

RESUME KE - 8

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GEL. 31

MENULIS ARTIKEL DI PLATFORM MERDEKA MENGAJAR


Pertemuan KBMN malam ini adalah yang kedelapan. Agak berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, pertemuan kali ini tidak melalui Chat WA melainkan melalui Webinar dengan Zoom Meeting.

Materi pada peertemun kedelapan ini tentang Menulis Artikel di PMM dan akan disampaikan oleh Ibu Helwiyah, S.Pd., M.M, dengan moderatornya Ibu Lely  Suryani, S.Pd., SD.

Di awal webinar Om Jay memberikan kata sambutannya, hanya sayang saya tidak sempat mendengarkan karena telat masuk room nya.

Sebagai pembuka materi Bu Helwiiyah menyampaikan dasar menulis yaitu  dari QS Al Alaq ayat 1 - 5. Pada intinya jika kita ingin bisa menulis, maka kita harus banyak membaca, karena hasil dari membaca adalah menulis. Kata-kata bijak dari Ki Hajar Dewantara: "Semua ruang adalah Kelas, Semua tempat adalah sekolah dan, Semua orang adalah Guru", Lalu semua aplikasi adalah?.......

Tulisan merupakan indikator kemampuan literasi dan menulis merupakan literasi yang berjejak. Untuk itu menulislah di berbagai media, seperti di blog pribadi, kompasiana, facebook, dan lain-lain atau di Platform Merdeka Mengajar (PMM).

PMM atau Platform Merdeka Mengajar merupakan Platform Pendidikan yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada tahun 2022. PMM merupakan platform teknologi yang disediakan untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur Belajar, Mengajar dan Berkarya. 

Beberapa manfaat PMM, diantaranya adalah:

1. Mendapat ilmu pengetahuan dari berbagai modul pada tiap topik

2. Berbagi praktik baik pembelajaran

3. Mengetahui perkembangan terkait kurikulum merdeka

4. Dapat berkomunikasi dengan guru-guru di seluruh Indonesia melalui umpan balik

5. Fasilitas implementasi kurikulum merdeka, dan

6. Sarana Penilaian Rapot Pendidikan

Adapun artikel dapat dipahami sebagai suatu rangkaian atau karangan yang dibuat berdasarkan fakta dan opini untuk dipublikasikan di media, baik itu cetak, online bahkan media sosial. Penulisan artikel mengandung tujuan untuk menyampaikan suatu gagasan yang memuat data dan fakta. Gagasan dalam artikel pada akhirnya dapat mendidik, meyakinkan, dan juga menjadi saran hiburan bagi pembaca.

Kategori artikel merupakan salah satu kategori karya pada bukti karya yang bertujuan sebagai wadah untuk karya tulis yang tak hanya berkaitan dengan mata pelajaran saja. Saat mengunggah Bukti Karya pada kategori Artikel, kita dapat memilih jenis artikel yang akan diunggah

Di PMM, Bukti Karya merupakan tempat mendokumentasikan karya guru dan kepala sekolah. Karya yang dibuat menggambarkan kinerja, kompetensi, serta prestasi yang dicapai selama menjalankan profesi guru maupun kepala sekolah. Karya yang telah disimpan ke Bukti Karya dapat diakses oleh rekan sejawat melalui tautan yang dibagikan.

Melalui Bukti Karya, kita dapat 

1. Menyimpan dan mengelola rekam jejak 

2. Berbagi karya dengan rekan sejawat 

3. Memberi dan menerima umpan balik 

4. Menemukan berbagai karya rekan pendidik dari seluruh Indonesia

Adapun, pilihan jenis artikel dapat berupa: Bacaan, Catatan Guru Penggerak, Refleksi dan Tips

Beberapa Tips Menulis Artikel di PMM antara lain:

1. 1. Memilih Topik yang menarik dan relevan

2. 2. Menyuusun struktur artikel yang jelas dan logis

3. 3. Menggunakan bahasa yang efektifi dan mudah dipahami

4. 4. Menambahkan gambar dan video untuk memperkaya konten

5. 5. Mempromosikan artikel anda di media sosial

Webinar  diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar PMM. Diharapkan ada pertemuan (Webinar) selanjutnya sehubungan dengan Aksi Nyata di PMM agar lolos Validasi.

Terima Kasih Bu Nara Sumber, Bu Moderator, Bu NDY, Pa Sigit, Om Jay karena telah menginspirasi saya untuk tetap bertahan dalam mengikuti kegiatan KBMN ini.

Selasa, 14 Mei 2024

Resume Ke Tujuh

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GEL. 31

Mengelola Majalah Sekolah

Majalah Sekolah merupakan kumpulan berita, artikel atau cerita tentang sekolah dan segala aktivitas di dalamnya. Majalah Sekolah biasanya dicetak dalam bentuk buku dan diterbitkan secara berkala, seminggu sekali, dua minggu sekali atau bahkan satu bulan sekali.

Selain sebagai sumber informasi tentang sekolah, majalah sekolah juga merupakan salah satu media yang membantu guru, siswa, atau tenaga kependidikan lainnya dalam meningkatkan keterampilan literasinya. 

Pertemuan ke tujuh KBMN Gel. 31 malam ini bertemakan tentang Majalah Sekolah, yaitu MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH, Yang akan dibawakan oleh pakarnya yaitu Ibu Widya Setianingsih, S.Ag dengan moderatornya adalah Ibu Nur Dwi Yanti, M.Pd.

Di awal materi Bu Widya, menceritakan bagaimana suka dukanya beliau dan rekannya merintis pembuatan majalah sekolah. Dengan kemampuan seadanya, baik dari segi tulis menulis, pembuatan layout majalah, pengadaan dan penggandaan hingga akhirnya majalah sekolahnya bisa terbit seperti saat ini. Semua itu, didasari oleh Kemauan yang kuat untuk berbagi informasi, berita dan cerita mengenai anak didiknya. Jadi, sekali lagi kuncinya adalah Kemauan yang keras untuk melejitkan potensi yang kita miliki.

Menurut KBBI, Majalah adalah erbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.

Menurut Waktunya majalah dibedakan atas majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya.

Menurut Isinya dibedakan dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya

Umumnya majalah memiliki susunan daftar isi yang hampir sama. Menurut Wikipedia, rincian isi majalah antara lain  berisi :

1. Nomor Edisi

2. Halaman

3. Rubrik

4. Isi

5. Jumlah halaman

6.  Penulis

7. Deadline

8. Keterangan

Lalu, bagaimana caranya menerbitkan majalah sekolah? Berikut adalah kah-langkah menerbitkan majalah sekolah menurut beliau:

1. Menyatukan ide dan gagasan. Dalam hal ini kita harus mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi, Kemudian kita bentuk susunan redaksi majalah.

2. Mengajukan Proposal

3. Membuat rancangan majalah: menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll.

4. Mencari rekanan pendukung: percetakan, sponsor dll.

Adapun susunan redaksi majalah sekolah dapat terdiri dari

1. Penasihat, tugasnya adalah memberikan segala pertimbangan terhadap  segenap crew tentang majalah sekolah.

2. Penanggung Jawab, tugasnya bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) 

3. Pimpinan redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.

4. Editor, bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan

5. Reporter, merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.

6. Fotografer, bertugas mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.

7. Layouter, bertugas mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan

8. Bendahara, bertugas mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah.

Beberapa manfaat majalah sekolah diantaranya adalah

1. Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa

2. Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.

3. Wadah kreatifitas guru dan siswa

4. Sarana publikasi sekolah di masyarakat 

5. Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita akan menerbitkan majalah sekolah, diantaranya:

1. Membuat nama majalah sekolah

2. Menentukan artikel yang akan ditampilkan, seperti misalnya: 

a. visi, misi sekolah

b. salam redaksi.

c. Berita Sekolah

d. Profil Guru

e. Profil Siswa Berprestasi

f.  Karya Siswa.

g.  Kegiatan Siswa.

h. Quiz berhadiah.

i.  Prestasi Sekolah.

j.  Info dan pengumuman.

Atau bisa juga ditambahkan artikel lain sesuai dengan kreatifitas sekolah.

3. Agar majalah sekolah kita punya hak paten, maka kita perlu mengajukan ISBN

4. Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah. Untuk bahasa, gunakanlah bahasa yang komunikatif dan mudah dimengerti, tidak terlalu formal/ kaku, melainkan bahasa keseharian dalam pergaulan, selipkan bahasa gaul yang lagi ngetrend.

5. Carilah tema dari hal yang sedang booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat. Misalnya : Tetap Berprestasi di Masa Pandemi, Semakin Berilmu Semakin Berakhlak,  Lets Go Green, Raih Mimpi Setinggi Bintang, dan lain lain.

 6. Cover dan Layout Menarik. Cover berfungsi untuk melindungi isi majalah, mencerminkan tema dan isi majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca. Layout dan tata letak majalah dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca. Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.

7. Pembiayaan, yaitu untuk biaya cetak majalaj, honor crew dan hadiah kuis. Pembiayaan majalah dapat bersumber dari:

a. Murni dari siswa. Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)

b. BOS

c. Sponsor, misalnya dari walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya.

8. Percetakan. Percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

9. Upgrade Ilmu Secara Kontinue. Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew.

10.  Pupuk Kekompakan Team.

Seperti biasa, setelah pemaparan materi yang luar biasa, KBMN dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang berhasil dihimpun diantaranya

P1 dari Pa Bahar Sungkowo, Kab Sukabumi

Pertanyaan :

Berikan kepada kami aplikasi-aplikasi majalah digital sekolah . Lalu adakah hal-hal etika yang harus dijaga dalam mengelola majalah digital selain plagiarisme.

Terima kasih

Berikut beberapa aplikasi majalah digital sekolah yang bisa bpk/ibu coba:

1. MADING

2. FLIPPING BOOK

3. CANVA

4. ISSUU

Hal-hal Etika dalam Mengelola Majalah Digital Sekolah

Selain plagiarisme, ada beberapa etika yang harus dijaga dalam mengelola majalah digital sekolah:

Akurasi: Pastikan semua informasi yang dimuat dalam majalah digital akurat dan terpercaya. Periksa kembali fakta dan data sebelum dipublikasikan.

Objektivitas: Hindari bias dan opini pribadi dalam penulisan artikel. Berikan informasi secara netral dan objektif.

Keadilan: Berikan kesempatan yang sama kepada semua pihak untuk berkontribusi dalam majalah digital. Hindari diskriminasi dan perundungan.

Kehormatan: Hormati privasi dan hak cipta orang lain. Jangan menggunakan foto atau video tanpa izin.

Kesopanan: Gunakan bahasa yang sopan dan santun dalam penulisan artikel dan komentar. Hindari ujaran kebencian dan SARA.

Tanggung Jawab: Bertanggung jawab atas semua konten yang dimuat dalam majalah digital. Lakukan revisi dan koreksi jika ada kesalahan.

Dengan menjaga etika dalam mengelola majalah digital sekolah, kita dapat menghasilkan majalah digital yang berkualitas, informatif, dan bermanfaat bagi seluruh pembaca.

P2, dari Ibu Naili, Tegal 

Apakah majalah harus memiliki minimal jumlah tim? Selama ini saya membuat majalah sekolah tetapi lebih gerak sendiri karena masih susah mengajak teman teman untuk berbagi dalam sebuah tulisan. 

Sebenarnya banyak sedikitnya tidak mempengaruhi efektifitas sebuah majalah. Banyak tapi tidak kompeten, atau sedikit tapi berkompeten.

P3, dari Paa Harsen, Brebes, Jateng

Apakah ada batasan minimal jumlah halaman pada penerbitan majalah sekolah untuk mendapatkan isbn tadi? 

Tentu ada batasan minimal. Untuk majalah sekolah saya  jumlah halamannya 40. Sesuai syarat berikut:

Adapun syarat agar pengajuan ISBN di ACC. Syaratnya mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh Direktoreat Jenderal Pendidikan Tinggi sebanyak 49 halaman. Sedangkan menurut format aturan UNESCO, minimal isi buku ada 40 halaman

P4, dari  Pa Asep, Palembang

Saya biasa membuat Flipbook dengan Heyzin, kendalanya adalah materi dari anak dan guru susah mengumpulkannya, disamping itu gurunya susah diajak menulis apalagi anak (maklum) di dusun. Bagaimana tipsnya?

Caranya kita libatkan guru mapel untuk sedikit "memaksa" anak-anak untuk menulis misalnya dengan memberikan tugas menulis yang ringan saja. Misalnya menulis puisi, menulis pantun, menulis kegiatan sehari-hari. 

Dari hasil tulisan yang terkumpul tadi dapat kita masukkan di dalam majalah sekolah. 

Untuk gurunya pun juga dibutuhkan kerjasama dan juga ketelatenan kita untuk mengajak mereka menulis. Tidak usah menulis yang muluk-muluk. Menulis hal yang sederhana saja yang kita alami hari ini dari hal-hal yang kecil.

Pertemuan malam ini ditutup dengan kesimpulan dari Ibu moderator, yang intinya menyatakan bahwa proses membuat majalah sekolah dapat dimulai dari hal yg terkecil.

Mulai dari proses perencanaan konten yang kreatif, strategi penulisan yang menarik, hingga teknis penyuntingan dan penerbitan yang tepat waktu. 

Setiap langkah memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan daya tarik majalah sekolah kita.

Tapi yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana kita dapat mengintegrasikan suara dan visi seluruh siswa dan staf sekolah ke dalam majalah ini. 

Ini bukan hanya sekadar kumpulan artikel, tetapi cerminan dari kehidupan dan semangat sekolah kita.

Selain itu, kita akan melihat bagaimana mengelola sumber daya dengan bijak, baik itu waktu, dana, atau tenaga kerja.

...Alhamdulillah.... 

Meski dengan kondisi yang kurang fit akhirnya beres juga ini resume....












Rabu, 08 Mei 2024

Resume Ke - 6

Kelas Belajar Menulis Nusantara Gel. 31

Motivasi Menulis dan Blog Sebagai Media Pembelajaran



Rabu, 08 Mei 2024, 19.10 WIB. 

Malam ini merupakan malam ke - 6 bagi saya sebagai peserta KBMN Gel. 31, dalam mengikuti pelatihan menulis. Meskipun agak lelah setelah seharian tadi mengikuti acara pelepasan kelas XII, namun jika mengingat lagi motivasi dari para pemateri dan tekad mereka sewaktu mengikuti kegiatan ini sampai berhasil menjadi penulis, maka saya pun ikut termotivasi dan tekad itupun timbul lagi.

Mudah-mudahan yang nular bukan hanya tekad dan motivasinya, tapi juga kemampuan menulisnya. Aamiin..

Materi pada malam hari ini adalah tentang Blog, yaitu Motivasi Menulis dan Blog Sebagai Media Pembelajaran. Nara sumber adalah alumni KBMN Gel. 20, yaitu Bapak Dail Ma'ruf, M.Pd atau biasa dipanggil Pa Dail atau Damar.

Moderator pada malam hari ini juga alumni KBMN Gel. 26, yaitu Sim Chung Wei, atau biasa dipanggil Koko Sim.

Sebagai penulis buku Pa Dail punya tekad bahwa sebagai manusia kita harus punya karya dan kita harus bermanfaat bagi yang lain. Karena kita tidak akan selamanya hidup, oleh karena itu agar kita bisa dikenang, maka kita harus  punya karya yang bermanfaat. Melalui karya itu kita akan dikenang meskipun kita telah wafat.

Dalam menulis buku, setidaknya Pa Dail memiliki lima motivasi yang dia pegang. Kelima motivasi itu adalah

1. Dengan menulis maka kita akan mendapatkan mahkota dan bisa terkenal seperti raja.

2. Dengan menulis maka penulis dapat abadi meski jasadnya telah tiada.

3. Menulis merupakan cara untuk berbagi ilmu kepada pembaca, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat sebagai investasi tak terbatas.

4. Dengan menulis maka level penulis sudah menjadi ilmuwan dan dapat bergaul dengan semua kalangan

5. Dengan menulis akan tambah bahagia, bisa dapat rejeki tambahan dan berkah.

Di era digital ini blog memiliki peran yang sangat penting. Blog sebagai media pembelajaran akan memudahkan dan meringankan kerja guru, karena

1. Guru sebagai pengelola blog dapat dengan mudah menggunakan fitur yang ada untuk meng-upload materi pelajaran dan melakukan evaluasi yang keduanya dilakukan secara daring (online)

2. Blog sebagai media pembelajaran dapat diterapkan bagi siswa SD, SMP maupun SMA

3. Peserta didik di zaman sekarang sudah terbiasa mencari dan mengakses informasi yang dibutuhkan dari berbagai situs web yang tersedia di penelusuran google

4. Sebagian besar anak-anak dan remaja mengakses informasi melalui world wide web

5. Mereka mengakses web untuk mengakses sumber informasi melalui penelusuran web dan mereka lebih menyukai browsing melalui website, berkomunikasi menggunakan e-mail, berdiskusi, mengakses musik, video dan game komputer.

Jadi saat ini blog merupakan pilihan tepat dan cerdas karena dapat meringankan tugas kita sebagai guru.

Beberapa manfaat blog dalam dunia pendidikan diantaranya adalah

1. Blog sebagai rumah belajar bagi guru

2. Meringankan tugas atau beban guru dalam mengajar.

3. Meningkatkan minat belajar

4. Dapat diakses orang lain di berbagai belahan dunia

5. Media silaturahmi sesama blogger

Beberapa pertanyaan yang muncul dari peserta:

1. Apa yg melatarbelakangi Pa Dail dalam menulis dan bagaimana mengatasi putus menulis karena buku sudah tak laku.

Yang melatarbelakangi Pa Dail dalam menulis adalah karena beliau ingin punya karya buku sebagai bukti bahwa kita pernah ada dan pernah hidup. Untuk mengatasi putus menulis salah satu sarannya adalah dengan mengajak kerjasama sekolah dalam mencetak buku  pegangan siswanya. 

2. Dapatkah kumpulan tulisan dalam blog dijadikan satu buku?

Kumpulan tulisan di blog seperti Kompasiana misalnya, dapat kita jadikan sebuah buku, kita hanya perlu mengeditnya, minta saja bantuan seorang editor utk mengeditnya.

3. Bagaimana menanggulangi keterbatasan akses internet di desa, yang mana hanya sebagian kecil anak/ siswa yg punya gadget.

Ini merupakan kendala teknis, namun dalam kurikulum merdeka pelajaran IT/ Komputer sudah masuk kembali, mudah-mudahan saja pemerintah segera memenuhi kekurangan sarana tersebut dengan menyediakan bantuan berupa lab. Komputer dan akses internetnya. Atau segera temui kades untuk mengajukan anggaran bagi pengadaan WiFi desa.  Anak anak bisa belajar di kantor desa yang ada WiFinya, satu gadget bisa dipakai berlima.

4. Pengalaman Pa Dail dalam menggunakan blog sebagai media pembelajaran

Membuat tugas IPA, dan jawaban siswa ditulis di komen, karena hal ini (blognya bagus dan  interaktif dengan siswa) maka beliau jadi juara dan dapat buku.

Pernah membuat tugas praktik membuat stop kontak bagi siswa kelas 6 dan ada video YouTube nya. Pembacanya ada 300 padahal muridnya hanya 100, rupanya ada beberapa murid yang membaca secara berulang ulang sampai benar benar paham dan bisa membuat stop kontak.

5. Dalam blog biasanya muncul berbagai jenis iklan, bagaimana caranya/ tips nya agar siswa tidak salah klik.

Senantiasa mengedukasi siswanya agar tidak salah klik, utamanya harus ada waskat pengawasan malaikat. Mengingatkan siswa bahwa segala semua amal baik dan buruk ada catatannya dan itu akan dimintai pertanggung jawabannya. 

6. Salah satu syarat kelulusan adalah kita harus menghasilkan sebuah buku. Namun hingga saat ini belum terbayang apa saya bisa menghasilkan sebuah buku? Bagaimana caranya atau tipsnya?

Saya juga mengalami hal yang sama. Untuk itu kita butuh mentor yang Joss. Untuk mentor bisa dipilih dari sekian moderator.

7. Bagaimana caranya agar blog kita banyak dikunjungi dan disukai?

Isinya harus yang banyak dicari orang. Sering seringlah kirim tautan web ke WA grup atau pasang status di medsos.

8. Bagaimana proses mendapatkan ISBN atau ESBN?untuk buku novel harus berapa kata, dan jika kurang termasuk ke dlm genre apa?

Bisa langsung dieksekusi via Bu Kanjeng agar segera bisa terbit dan mendapatkan ISBN.

Alhamdulillah....

Selesai juga akhirnya....malam yang seru...terima kasih Pa Dail dan Koko Sim atas ilmu yang diberikan, semoga bermanfaat dan berkah.

Aamiin...



Selasa, 07 Mei 2024

RESUME KE - 5

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GEL. 31

PUSTAKA AI: MENGARUNGI DUNIA BARU MENULIS BUKU AJAR


Kali ini kita bertemu lagi dengan KBMN pertemuan ke-5, dengan materi: PUSTAKA AI: MENGARUNGI DUNIA BARU MENULIS BUKU AJAR, Materi ini akan dibawakan oleh Ibu Dr. MUDAFIATUN ISRIYAH, S.Pd., M.Pd., CPM, Seorang dosen dan pengajar di FIP Prodi BK UNIPAR Jember.

Sebagai seorang dosen, tentunya telah banyak karya beliau, seperti terlihat dari rekam jejak karyanya berupa artikel penelitian, buku-buku, prosiding seminar, dan lain lain.

O..ya..pemandu acara pada malam hari ini adalah Ibu NUR DWI YANTI, M.Pd.

AI, Artificial Intelegence atau kecerdasan buatan, merupakan bidang ilmu komputer yang dikhususkan untuk memecahkan permasalahan  yang berhubungan dengan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, pengenaln gambar dan banyak lagi. AI mampu mengenali kebiasaan kita dalam berkomputer, ketika kita terbiasa membaca atau melihat "sesuatu", di internet, janganlah heran jika tiba-tiba banyak bermunculan bacaan atau gambar-gambar yang berhubungan dengan kebiasaan kita tadi. Itulah salah satu teknologi AI.

Selanjutnya Bunda Iez, (begitu beliau biasa dipanggil), membagikan PPT yang berisi 10 slide yang harus menjadi perhatian kita dalam merancang pembuatan sebuah buku, apa sajakah?

1.  Pengetahuan tentang Kecerdasan Buatan (AI), yang meliputi:

a. Pembelajaran Mesinmerupakan cabang utama dari kecerdasan buatan yang fokus pada pengembangan algoritma dan teknik yang memungkinkan komputer untuk belajar dari data dan pengalaman, tanpa perlu pemrograman eksplisit. 

b. Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing), merupakan cabang AI yang berkaitan dengan interaksi antara komputer dan bahasa manusia. Ini melibatkan pemahaman dan generasi teks manusia, serta analisis dan ekstraksi informasi dari teks.

c. Pengenalan Pola (Pattern Recognition), adalah cabang AI yang berfokus pada pengembangan algoritma untuk mengidentifikasi pola dalam data. Ini dapat mencakup pengenalan wajah, identifikasi objek dalam gambar, atau klasifikasi teks berdasarkan isinya.

d. Pengolahan Citra (Image Processing), adalah cabang AI yang berkaitan dengan analisis dan manipulasi gambar atau video, mencakup segmentasi gambar, pengenalan objek, dan deteksi pola dalam data visual.

e. Sistem Pakar (Expert Systems), merupakan sistem AI yang dirancang untuk meniru pengetahuan dan keahlian manusia dalam domain tertentu. Mereka menggunakan aturan logika dan basis pengetahuan untuk memberikan rekomendasi atau solusi atas masalah yang kompleks.

Hal kedua yang harus diperhatikan dalam perancangan buku adalah:

2. Pemahaman tentang Pendidikan dan Pembelajaran. Untuk memahami tentang Pendidikan dan pembelajaran, setidaknya kita juga perlu mengetahui tentang:

a. Teori PendidikanPemahaman yang kuat tentang teori-teori pendidikan membantu penulis memahami dasar-dasar bagaimana siswa belajar, bagaimana informasi diserap dan diproses oleh otak, serta faktor-faktor apa yang mempengaruhi proses pembelajaran.

b. Prinsip PembelajaranPemahaman tentang Prinsip pembelajaran akan membantu dalam merancang konten buku ajar yang mendukung pembelajaran yang efektif.

c. Kurikulum dan Standar. Mengetahui kurikulum dan standar pendidikan yang berlaku di wilayah atau negara tertentu sangat penting agar buku ajar dapat sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan memenuhi standar akademik yang ditetapkan.

d. Karakteristik Siswa. Pemahaman tentang karakteristik siswa seperti usia, tingkat pemahaman, dan gaya belajar, akan sangat membantu  kita  dalam menyusun materi buku ajar yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pembelajar.

e. Metode Pembelajaran. Pemahaman tentang Metode Pembelajaran dapat membantu kita dalam memilih pendekatan yang tepat untuk disajikan dalam buku ajar.  

f. Evaluasi Pembelajaran. Kita juga perlu memahami prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran untuk merancang aktivitas atau latihan yang relevan dan bermanfaat dalam mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan dalam buku ajar. 

g. Teknologi dalam Pembelajaran. Kita perlu mempertimbangkan integrasi teknologi dalam penyusunan materi buku ajar agar tetap relevan dan menarik bagi pembelajar.

Hal ketiga yang perlu diperhatikan adalah Riset tentang Penggunaan AI dalam Pendidikan

Melalui riset, dapat diidentifikasi tren terbaru dalam penggunaan AI dalam pendidikan, termasuk pengembangan teknologi baru, penemuan aplikasi baru AI dalam pembelajaran, dan perubahan dalam praktik pembelajaran. 

Riset membantu kita dalam mengidentifikasi aplikasi AI yang paling relevan dan bermanfaat dalam konteks pendidikan, seperti penggunaan chatbot untuk memberikan bantuan pembelajaran, analisis data untuk personalisasi pembelajaran, sistem tutor AI untuk pembelajaran adaptif, dan banyak lagi. 

Riset juga membantu dalam mengevaluasi risiko dan tantangan yang terkait dengan penggunaan AI dalam pendidikan, seperti privasi data, kesenjangan digital, atau keberlanjutan implementasi teknologi.

Berikutnya adalah Pemilihan Topik dan Tujuan Buku

a. Pertama-tama, penulis perlu mengidentifikasi topik yang relevan dengan tujuan buku ajar dan kebutuhan audiens target. Misalnya, topik bisa berkaitan dengan penggunaan AI dalam pembelajaran mandiri, evaluasi otomatis, personalisasi pembelajaran, pengembangan kurikulum AI, atau penerapan teknologi AI dalam manajemen pendidikan.

b. Penulis harus mempertimbangkan kebutuhan dan minat siswa dalam menentukan topik buku. Apakah audiens adalah guru, siswa, administrator sekolah, atau orang tua? Pemahaman yang baik tentang audiens membantu memastikan bahwa buku ajar akan bermanfaat dan relevan bagi mereka

c. Setelah topik dipilih, penulis perlu menetapkan tujuan yang jelas untuk buku tersebut. Tujuan ini bisa berupa memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep AI dalam pendidikan, memberikan panduan praktis tentang penerapan AI dalam kelas, atau menyediakan sumber daya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran dengan bantuan AI.

d. Saat menentukan topik, penulis juga perlu mempertimbangkan tren dan perkembangan terkini dalam penggunaan AI dalam pendidikan. Memilih topik yang sedang hangat atau berada di garis depan inovasi membantu memastikan relevansi buku ajar dalam konteks saat ini.

e. Penting untuk mengklarifikasi lingkup buku ajar dan menetapkan batasan topik yang akan dibahas. Ini membantu memastikan bahwa buku ajar tetap fokus dan dapat menyajikan informasi secara menyeluruh tanpa menjadi terlalu luas atau terlalu mendalam

Kelima adalah Struktur dan Konten.

Buatlah kerangka isi atau outline untuk buku, yang mencakup bab, sub-bab, dan konten yang akan dibahas dalam setiap bagian disertai contoh-contoh.

a. Kerangka isi akan menjadi panduan dasar dalam menyusun konten buku dan memastikan bahwa topik-topik yang relevan tercakup secara menyeluruh.

b. Bab dan sub-bab harus dipilih dengan cermat untuk mencakup berbagai aspek penting dari topik yang dibahas.

c. Penyesuaian dengan Kebutuhan Audiens. Struktur dan konten buku ajar harus disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa. Kita perlu mempertimbangkan tingkat pemahaman dan kebutuhan praktis pembaca, serta memastikan bahwa bahasa dan gaya penyajian sesuai dengan preferensi siswa.

Keenam dan ketujuh adalah Penggunaan Teknologi AI dalam Penulisan yang mengacu pada pemanfaatan berbagai alat dan teknik kecerdasan buatan untuk memfasilitasi proses penulisan.

Kedelapan adalah Penggunaan Media Pendukung dalam buku ajar. Media pendukung merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan pemahaman pembaca terhadap konsep-konsep kompleks.

Kesembilan adalah Pengujian dan Evaluasi

Kesepuluh adalah Proses Penyuntingan dan Revisi. Penyuntingan dan Revisi merupakan tahap penting dalam pembuatan buku ajar untuk memastikan bahwa materi yang disajikan memenuhi standar kualitas yang tinggi dan dapat dipahami dengan baik oleh pembaca

Yang terakhir adalah Proses Penerbitan dan Distribusi

Beragam pertanyaan muncul dari peserta KBMN, diantaranya dalam pembuatan buku yang dibantu AI ini, kita harus mulai dari mana atau kita buat kerangkanya baru kita gunakan AI untuk menanyakan hal-hal terkait kontennya. Bolehkah AI dijadikan sebagai sumber rujukan atau kita mencari sumber rujukan dari buku yang kita tulis dengan bantuan AI? Apakah bahan ajar bisa dikembangkan dari PTK? Sejauh mana kesahihan data AI dapat digunakan dalam buku ajar? Bagimana kita dapat memvalidasi plagiasi saat membuat buku berdasarkan chat di AI? dan Apa dampak Etika dalam pembuatan buku ajar jika dari narasi yang kita ambil tidak mencantumkan sumber yang relevan?

Berikut adalah rangkuman jawaban dari nara sumber

Jika kita sudah memiliki kerangka atau rencana  untuk buku paket yang akan kita tulis, maka kita dapat memulai dengan  mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik kepada AI untuk mengisi konten atau mendapatkan wawasan tambahan tentang topik yang sudah kita tentukan. Misalnya, bertanya tentang penjelasan mendalam mengenai topik-topik tertentu dari kerangka buku tadi, atau meminta saran tentang bagaimana menyusun konten dengan lebih efektif sesuai dengan tujuan buku yang akan kita tulis.

Jika belum memiliki kerangka buku yang jelas atau ingin mendapatkan inspirasi tambahan tentang topik tertentu, kita bisa memulainya dengan  mengeksplorasi berbagai topik dan ide dengan mengajukan pertanyaan kepada AI. Dengan berinteraksi dengan AI, mungkin akan menemukan gagasan-gagasan baru yang bisa dijadikan dasar untuk merancang kerangka buku atau menambahkan elemen-elemen tambahan yang menarik.

Semua bisa dilakukan  dengan AI. AI juga memiliki kontrol emosi seperti yang sudah dijelaskan di atas. AI dapat membantu menunjukan topik buku yang akan kita tulis dan kita tinggal googling.

PTK sangat bisa dijadikan sebagai bahan ajar atau buku, karena PTK merupakan studi kasus yg ditemukan dalam kelas, jd PTK sangat di sarankan untuk diwujudkan dalam buku, selanjutnya tinggal membuat rancangan atau kerangka buku nya

Data yang dihasilkan AI sangat sahih karena AI bekerja sesuai dg data yg masuk secara menyeluruh kemudian AI akan menunjukkan bagi yg bertanya kembali, AI bekerja sesuai sistem, dengan syarat kita harus menunjukkan kata kunci yang benar agar AI menunjukkan sesuai permintaan. AI juga bekerja dengan Algoritma yaitu serangkaian langkah-langkah sistematis yang dirancang untuk menyelesaikan masalah atau menjalankan tugas tertentu dalam komputasi atau bidang terkait. Algoritma adalah urutan instruksi yang terstruktur dan terdefinisi dengan baik yang menggambarkan cara untuk mencapai tujuan tertentu atau menghasilkan output yang diinginkan dari input yang diberikan.

Semua buku wajib mencantumkan referensi yg relevan. Kalimat dalam buku itu boleh copas milik orang lain, namun agar tdk plagiasi maka di bolehkan parafrase, untuk itu butuh AI untuk menata kalimat agar SPOK nya tertata denagn bagus.

Closing statement:

Melalui perjalanan ini,  mari kita menjelajahi dunia yang dinamis dan menarik dari kecerdasan buatan (AI) dalam konteks pendidikan. Dari konsep dasar hingga aplikasi praktis, kita menyajikan informasi yang mendalam dan beragam tentang bagaimana teknologi AI dapat membentuk masa depan pendidikan.

Kami percaya bahwa buku yg akan dibuat ini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan yang berharga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan untuk menjelajahi potensi tak terbatas dari AI dalam meningkatkan pengalaman belajar dan mengajar.

Dengan menutup paparan ini, saya berharap dapat membuka pintu menuju eksplorasi yang lebih dalam dan pemahaman yang lebih luas tentang peran AI dalam membentuk masa depan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan inovatif.

Mari kita bersama-sama mengarungi dunia baru pembelajaran, terinspirasi oleh teknologi AI, dan membawa perubahan positif dalam pendidikan untuk generasi mendatang. 


Senin, 5 Mei 2024







Rabu, 01 Mei 2024

RESUME KE - 4
KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GEL. 31
TEMA: GALI POTENSI UKIR PRESTASI


Malam ini kita telah sampai pada malam ke empat, KBMN Gel. 31. Sampai sejauh ini Alhamdulillah saya masih bisa mengikutinya. Mudah-mudahan bisa bertahan sampai pada hari terakhir nanti.

KBMN malam ini mengambil tema GALI POTENSI UKIR PRESTASI dengan Nara sumber Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd dan dipandu oleh Bp. Edmu Yufizar Abdan Syakura, Gr.M.Pd., keduanya adalah alumni KBMN, dan keduanya sama sama guru hebat yang telah menghasilkan beberapa karya tulis dalam bentuk buku.

Materi malam ini diawali dengan pertanyaan pemantik dari Bu Aam yang menanyakan apa sih motivasi kita mengikuti KBMN ini?

Dari semua jawaban yang masuk ternyata dapat disimpulkan bahwa semua ingin bisa menulis dengan baik.

Selanjutnya Bu Aam melanjutkan materi dengan memulainya dari kata GALI POTENSI. Apa sih potensi yang kita miliki? dan bagaimana cara menggalinya?

Menurut beliau mulailah dari yang kita sukai, kita alami, kita kuasai dan yang kita pelajari.

Bu Aam selanjutnya bercerita tentang pengalamannya menjadi seorang penulis. Diawali ketika masa pandemi covid-19, dimana semua sekolah tutup dan pembelajaran hanya dilaksanakan dengan moda daring.

Kemudian beliau mengikuti KBMN Gel. 8, namun karena tidak fokus, maka tidak lulus, namun beliau tidak berkecil hati. Kemudian Bu Aam mengulanginya pada KBMN Gel. 12, dimana salah satu nara sumbernya adalah bunda Kanjeng. Berkat motivasi dari Bunda Kanjeng dan tekad yg kuat dalam dirinya akhirnya  Bu Aam lulus dan buku pertamanya terbit yaitu buku antologi.

Bersamaan dengan itu lahir pula buku solo pertamanya yang berjudul Mengukir Mimpi jadi Penulis Hebat.

Kemudian beliau mengabdikan diri pada KBMN ini dengan menjadi moderator online. Pengalaman menjadi moderator online ini menginspirasinya untuk menerbitkan buku keduanya yaitu Kunci Sukses Menjadi Moderator Online.

Untuk mengasah kemampuannya dalam menulis, beliau kemudian mengikuti tantangan menulis buku dalam satu Minggu dari penerbit Andi. Dan lahirlah buku berikutnya yaitu Parenting 4.0 yang diterbitkan oleh Penerbit Andi.

Tak berhenti disitu, Bu Aam kemudian mengikuti Lomba Blog yang diselenggarakan oleh Guru Blogger dan pengalamannya menjadi Juara pertama sebagai guru Blogger beliau tuangkan dalam bentuk tulisan sehingga lahir pula buku berikutnya dengan judul Blogger Inspiratif.

Buku solo ke empat yang berjudul Rajin Menulis Berbuah Manis, merupakan karya yang dihasilkan dari pengalamannya mengikuti tantangan menulis selama 40 hari dari penerbit YPTD.

Buku berikutnya berjudul Juminah: Seindah Takdir Cinta, terinspirasi dari cerita Juminah muridnya yang  bekerja sebagai TKW di Arab Saudi.

Pengalaman beliau menulis buku, membawanya pada pengalaman lain yaitu menjadi kurator dan editor buku-buku hasil karya penulis alumni KBMN. Berkah yang lain adalah selalu diundang sebagai juri atau narasumber blog.

Demikian sekelumit pengalaman Bu Aam sebagai penulis. Sepertinya menulis begitu mudah bagi Bu Aam. Terbukti dari apa yang dialaminya beliau langsung menuliskannya dan terbitlah bukunya. Sungguh sesuatu yang sangat hebat dan menginspirasi.

Selanjutnya masuk pada sesi pertanyaan. Beberapa pertanyaan menarik dari peserta diantaranya adalah tentang bagaimana agar tulisan kita menarik bagi pembaca dan caranya menjaga konsistensi dalam menulis.

Menurut Bu Aam, agar tulisan kita menarik dan dibaca oleh banyak pembaca, maka sebaiknya gunakan kata-kata motivasi yang menggugah, puisi atau pantun, pokoknya buatlah sesuatu yang nantinya menjadi ciri khas tulisan kita.

Agar bisa konsisten dalam menulis, carilah atau lakukanlah sesuatu yang bisa menjadi mood booster dalam menulis seperti mencari inspirasi baru atau lakukan sesuatu seperti healing, atau melakukan sesuatu yang baru yang belum pernah dialami.

Konsistensi dalam menulis juga bisa dijaga dengan mengikuti program menulis bersama seperti KBMN ini, atau dengan menulis buku antologi.

Jika ingin sukses dalam menulis, maka bertemanlah dengan penulis. Di KBMN ini banyak sekali penulis yang bisa dijadikan teman.

Penerbitan Buku ada yang berbayar ada yang gratis. Kalau berbayar biasanya kualitasnya akan lebih baik. Untuk yang gratis kita bisa dijadikan ikut tantangan dari penerbit buku mayor.

Untuk cover buku, agar tidak terkena pelanggaran hak cipta sebaiknya diserahkan pada yang ahli atau dari penerbitnya saja.

Closing statement dari Bu Aam sangat menyentuh dan menginspirasi. Jadikanlah kegagalan sebagai motivasi untuk lebih berprestasi. Gali potensimu maka akan lahir prestasimu. Rajinlah menulis hingga berbuah manis dan biarkanlah tulisanmu menemui takdirnya.


 Awal Mei 2024

















Senin, 29 April 2024

RESUME KE - 3

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GEL. 31

TEMA: TEKNIK PENULISAN RESUME


Pertemuan ke-3, KBMN Gel. 31 malam ini mengambil tema Teknik Penulisan Resume, materi yang ternyata sangat relevan dengan tugas KBMN ini. Materi ini akan dibawakan oleh narasumber yg tidak kalah hebatnya dengan pemateri sebelumnya, yaitu Ibu Raliyanti, S.Sos., S.Kom., M.Pd.

Bu Rali, demikian biasanya beliau disapa, merupakan seorang guru informatika di salah satu MAN di Jakarta. Selain itu beliau juga merupakan seorang penulis yg buah penanya telah banyak diterbitkan, baik berupa buku solo, buku antologi, jurnal, tulisan di majalah, dll. 

Keterampilan lain yg dimiliki Bu Rali adalah sebagai Desainer Cover Buku, editor dan kurator.

Selanjutnya, untuk moderator pada pertemuan kali ini akan dipandu oleh Ibu Purbaniasita KS, S.Pd. yg lebih akrab dipanggil Bu Sita.

Seperti diketahui, Resume merupakan sebuah ringkasan atau rangkuman dari sebuah tulisan atau karangan yg panjang. Dalam resume, informasi pokok tulisan dituliskan kembali dengan tidak menghilangkan bagian penting dari tulisannya.

Ada enam tips yg diberikan Bu Rali, untuk penulisan resume yg baik dan benar, yaitu:
1. Mengamati materi yg diberikan nara sumber dengan baik
2. Memodifikasi materi dari Nara sumber dengan bahasa sendiri dan penulisan yg baku
3. Menghindari copy paste seluruh materi dari Nara sumber
4. Mengembangkan materi dari Nara sumber dengan materi dari luar yg relevan
5. Buat simpulan di akhir penjabaran resume sebelum kata penutup
6. Buat resume dengan gay bahasa sendiri agar tulisan kita punya ciri khas.

Dua hal penting yg harus diperhatikan ketika menulis resume adalah:
1. Tulis resume dengan paragraf yg pendek, agar pembaca tidak jenuh.
2. Pernyataan narasumber ditulis berupa parafrase dengan gaya bahasa sendiri

Empat hal yg harus diperhatikan jika kita ingin menulis resume dengan cepat dan menarik untuk dibaca, yaitu:
1. Selalu memposisikan diri agar resume kita berada di urutan pertama
2. Berikan karakter pada resume kita dengan menuliskannya dengan bahasa sendiri yang menarik
3. Tambahkan kutipan dari sumber atau referensi lain, agar resume kita lebih kredibel dan
4. Meramu tulisan kita dengan bahasa yang khas.

Menulis di blog harus percaya diri, dan tidak menganggap rendah tulisan sendiri. Menulis di blog juga harus siap dengan kritikan, dan jadikan kritikan sebagai alat untuk mengembangkan tulisan kita.

Jadilah penulis yang informatif dan edukatif.

Cobalah menuliskannya di berbagai platform, seperti blog, wordpress, Kompasiana, YouTube, dan lain lain.

Menulis resume ternyata bisa dijadikan buku. Berikut adalah tips dari Bu Rali, agar tulisan resume kita bisa dijadikan buku:
1. Buat Daftar Isi
2. Pilih beberapa resume yang hendak dijadikan buku
3. Pindahkan ke Ms Word
4. Rapikan tulisan
5. Cari penerbit

Agar tulisan kita di blog menjadi tulisan yg informatif dan menarik,  beberapa hal harus diperhatikan diantaranya
1. Memahami materi pelatihan dan identifikasi point' penting yang ingin disampaikan
2. Menentukan tujuan dari ringkasan yang akan kita buat
3. Buat rangkuman dengan singkat dan jelas
4. Gunakan bahasa yang menarik dan mudah di pahami 
5. Sertakan contoh dan ilustrasi untuk menjelaskan konsep yang kompleks, dan
6. Tautkan dengan materi tambahan

Beberapa rambu yg harus diperhatikan dalam penulisan resume di blog adalah
1. Menyederhanakan informasi yang kompleks menjadi point' yang sederhana dan mudah dipahami
2. Menyertakan tautan atau ilustrasi yang mendukung point'-point' tadi
3. Mengaitkannya dengan pengalaman pribadi atau contoh nyata yang relevan
4. Memberikan saran atau pandangan pribadi tentang topik yang dibahas

Hindarilah hal-hal berikut
1. Menyalin materi secara langsung tanpa atribusi atau referensi
2. Menambahkan informasi palsu atau tidak relevan
3. Mengabaikan prinsip privasi 
4. Mempublikasikan ringkasan tanpa izin ke jika materinya dilindungi oleh hak cipta

Sesi KBMN kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yang menarik dan baik untuk disimak, diantaranya tentang membangun kebiasaan menulis, bagaimana membuat judul tulisan yg menarik, dan buku yang layak ber ISBN itu seperti apa?

Membangun kebiasaan menulis tidaklah mudah, untuk itu kita perlu berkomitmen, membulatkan tekad dalam diri untuk berdisiplin. Seperti kata Om Jay dan Bu Kanjeng, kuncinya selain disiplin adalah: Menulislah setiap hari dan jadikan menulis sebagai passion.

Untuk membuat judul yang menarik kita bisa menambahkan kata-kata yang dapat membuat pembaca penasaran untuk membacanya. Atau memancing kontroversi atau kejutan.

Sesi malam ini ditutup dengan closing statement dari Bu Rali yang memotivasi kita untuk dapat menulis dengan baik. Menurut beliau, Menulislah selagi kita ingin menulis dan jangan menghukum diri kita dengan pikiran bahwa kita tidak bisa dan tidak mampu

Belajarlah dan rajin-rajinlah membaca untuk menambah kemampuan kita dalam menulis. 


29 April 2024

Kamis, 25 April 2024

RESUME KE - 2

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GEL. 31

TEMA: MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION


Rabu, 24 April 2024, 19.00 merupakan pertemuan ke-2 pada kelas belajar menulis nusantara gelombang 31. Pertemuan kali ini mengambil tema: Menjadikan Menulis sebagai Passion, dengan nara sumber yang tak kalah hebatnya dengan Om Jay yaitu Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd  atau di kalangan para pegiat literasi di KBMN lebih akrab disapa sebagai Bu Kanjeng. Sementara moderator kali ini adalah Ibu Helwiyah, S.Pd., M.Pd.

Di kalangan pegiat literasi Bunda Kanjeng dikenal juga sebagai Ratu Antologi. hal ini tentu ada hubungannya dengan sejumlah buku Antologi yang telah Beliau Buat dan terbitkan. Bunda Kanjeng punya brand Writing is My Passion.

Menurut saya ini Brand sangat baik, demikian juga dengan tema KBMN Malam ini. Mudah mudahan dengan mengikuti KBMN ini, passion saya dalam menulis juga bisa tumbuh. Aamiin. Passion adalah perasaan antusias atau gairah yang besar untuk melakukan sesuatu yang disukai atau dianggap penting. Ketika kita sudah menemukan passion kita, maka melakukan sesuatu akan menjadi lebih bersemangat, termotivasi dan memiliki tujuan yang jelas. Passion ini memiliki peran yang besar dalam hidup kita.

Pada awal pemaparan materinya, beliau langsung menyajikan tiga buah tulsan dengan genre yang berbeda (betul ga yah genre...😟). TUlisan pertama, tentang Kue Lebaran, sepertinya merupakan puisi, dan menurut Bunda Kanjeng ini adalah Puisi model Baru yang penggagasnya adalah Dr. Endang Supardidi dari Garut. Puisi ini ditulis tidak lebih dari 20 kata. Menurutnya puisi ini berguna untuk melatih kepekaan penulis saat mengamati suatu benda, atau sedang mengalami satu peristiwa. Dengan pemilihan diksi yang tepat pembaca bisa memahami dan menikmati setiap untaian aksara yang tersaji.

Tulisan kedua lebih merupakan opini (mungkin...ini menurut saya). Judul tulisannya adalah "Dapat  Apa  Yaa... dari Menulis?". Menurut Bu Kanjeng beberapa hal yang didapatkannya dari menulis adalah: 

1. Mendapatkan kepuasan batin. 

2. Kepuasan materi. 

3. Merasa ada silahturahmi yang terjalin, baik secara nyata atau hanya di dunia maya. 

4. Merasa menjadi orang kaya sedunia. Terutama kaya hati dan kaya sahabat. 

5. Merasa bahagia. 

6. Merasa jadi lebih bijak alias tidak mudah emosi jiwa. 

Tulisan ketiga berjudul Miscall Misterius, lebih ke cerita horror.

Saya terkesan dengan ketiga tulisan di atas, ternyata beliau memang hebat karena mampu membuat tiga jenis tulisan yang berbeda genre nya (sekali lagi saya khawatir salah...betul ga pengelompokan ketiga tulisan tersebut disebut genre).

Selain dalam bentuk ketiga tulisan di atas, Bu Kanjeng juga memberikan materinya berupa ppt. Beberapa hal penting dari materi ppt yang dapat saya simpulkan adalah bahwa saat ini menulis merupakan passion yang menjanjikan karena secara sosial pekerjaan menulis merupakan sesuatu yang sangat dihormati dan dihargai, selain itu kemampuan menulis merupakan indikator intelektualitas dan kematangan berpikir.

Terdapat beberapa kendala dan hambatan ketika kita akan mulai menulis diantaranya:

1. Tidak memiliki ide

2. Tidak suka menulis

3. Tidak berani menerima kritik

4. Tidak memiliki waktu

5. Tidak berbakat menulis

Jika dicermati, kendala dan hambatan tersebut lebih merupakan faktor internal dari diri kita sendiri, untuk mengatasi hal ini sebaiknya kita lebih memotivasi diri kita dan tidak perlu terlalu khawatir dengan hal hal tersebut.

Ada beberapa alasan mengapa kita menulis, diantaranya berorrientasi pada material, Eksistensial, Personal, Sosial dan Spritual. Jadikanlah Hadist Nabi SAW ini sebagai motivasi kita dalam menulis "Khoirunnas anfa' uhum linnaas", bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain.

Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan untuk menjadi penulis yang baik adalah:

1. Read (Membaca). Berapa banyak buku dan bahan bacaan lain yang pernh kita baca?

2. Discuss (Berdiskusi). Berapa sering kita mendiskusikan dan merenungkan apa yang sudah kita baca?

3. Look and Feel (Lihat dan Rasakan), Berapa sering kita mengamati dan merasakan apa yang terjadi di lingkungan hidup sekitar kita?


4. Socialize (Sosialisasi), seberapa luas pergauln dan area sosialisasi kita dengan orang lain?

Lalu, bagaimana cara kita menulis? Jawabannya adalah Just Do It!! lakukanlah...mulailah menulis dari apa yang kita sukai.

Penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan dalam proses menulis. Menulis itu harus sabar, tulislah semampu kita terlebih dahulu, jangan berpikir harus sempurna dan jangan terlalu idealis.

Menulis dapat dipandang sebagai amal shaleh yang tidak terputus sepanjang masih dibaca dan memberikan manfaat bagi orang lain maka itu merupakan investasi besar untuk kehidupan akhirat kita.

Selanjutnya, Kelas kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab, ini Bu Kanjeng menjawab semua pertanyaan dari peserta dengan sabar dan memotivasi setiap peserta untuk terus mengikuti pelatihan ini hingga akhir. Beberapa hal penting sehubungan dengan hasil diskusi tanya jawab ini dapat saya rangkum sebagai berikut:

1. Bahwa untuk menjadi penulis yang baik, maka kita harus menjadikan menulis itu sebagai suatu kebutuhan, dan ini diawali dari habit/ kebiasaan kita dengan dunia membaca dan menulis.

2. Agar kebiasaan menulis kita tidak redup, maka rajin-rajinlah membaca tulisan orang lain, jadilah pendengar yang baik dan pekalah terhadap lingkungan. Jadikanlah menulis sebagai investasi akhirat yang akan membahagiakan kita.

3. Untuk menjaga konsistensi dalam menulis maka kita harus mengingat niat dan komitemen awal kita dalam menulis, sebaiknya jaga juga komunitas agar bisa saling menyemangati dalam menulis. Banyak-banyaklah membaca tulisan orang lain dan tulislah apa yang kita sukai. Jadilah diri sendiri melalui apa yang kita tuls.  Bangun rasa percaya diri melalui tulisan, yakinlah bahwa kita punya potensi dan mampu, semua bisa dipelajari masalahnya adalah kita mau atu tidak mempelajarinya.

Teruslah berlatih untuk menulis apapun yang kita kuasai,kita minati,kita lihat,kita alami..mengalir saja sesuai rasa,cipta dan karsa


April 2024



RESUME 1 KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GELOMBANG 31 TEMA : MENULIS SETIAP HARI
Senin, 22 April 2024 adalah hari pertama saya mengikuti kelas belajar menulis nusantara gelombang 31. Kegiatan ini dilaksanakan melalui chat WA dan dimulai dari pukul 19.00 hingga 21.00 dengan nara sumber Bp. Dr. WIjaya Kusumah, S.Pd.,M.Pd atau yang biasa disapa Om Jay. Tema untuk hari pertama ini adalah Menulis Setiap Hari dan akan dipandu oleh Bp. Muliadi Kepala SMK Toli-toli selaku moderatornya. 

 Di awal kelas, Pa Muliadi sebagai moderator menyampaikan beberapa hal terkait teknis pelaksanaan kegiatan pada malam ini, agar berjalan lancar dan tertib, diantaranya tentang perlunya setiap peserta untuk mencermati semua tulisan (Chat) yang diberikan oleh nara sumber dan selama nara sumber memberikan materi Chat akan ditutup oleh admin. Adapun susunan acara pada pertemuan pertama KBMN gel. 31 ini adalah sebagai berikut: 1. Pembukaan 2. Paparan Materi oleh Nara SUmber 3. Tanya Jawab 4. Penutup 

 Om Jay mengawali materi penulisan ini dengan memberikan tips untuk penulis pemula, yaitu mulailah menulis dengan tiga alinea berikut, alinea pertama adalah alinea pembukaan, alinea kedua adalah isi tulisan dan alinea ketiga adalah alinea penutup. Tak lupa beliau memberikan contoh sederhana untuk ketiga alinea tersebut. Tulisannya mengalir begitu saja, pantaslah katanya bahwa menulis itu semudah membuat telor ceplok. 

Menurut Om Jay agar kita bisa menulis, setidaknya kita harus mau berlatih. banyaklah berlatih menulis dan untuk bisa seperti itu kita juga perlu membaca. Om Jay seringkali berkunjung ke blog-blog untuk membaca dan memberikan komentar terhadap tulisan orang lain. Karena dengan cara ini maka kemampuan menulis akan terasah, apalagi kalau dilakukan setiap hari, maka lama-lama akan terbiasa. 

Selanjutnya Om Jay memberikan tips yang kedua tentang cara mengembangkan isi tulisan, yaitu dengan rumus menulis reportase, yaitu dengan 5W dan 1H. APa itu 5W dan 1H. 5W adalah: What, Who, When, Where dan Why dan 1H adalah How. Atau: What = apa, Who = siapa, When = kapan, Where = dimana dan Why = mengapa serta How = bagaimana. Dengan rumus tulisan ini maka kita tidak akan pernah kehilangan ide menulis setiap hari. 

Jadi menurut Om Jay sendiri, kerangka tulisan Om Jay tergolong sederhana yaitu: 
Judul 
Pembukaan 
Isi Tulisan, meliputi 
 Apa 
 Siapa 
 Kapan 
 Dimana 
 Mengapa dan 
 Bagaimana 
Penutup 

 Diakhir paparan materinya Om Jay memberikan Chalenge pada peserta untuk membuat sebuah tulisan dari sebuah gambar, yaitu gambar tiga ekor kucing yang sedang makan. Karena menurut om Jay seringkali apa yang ada di lingkungan sekitar kita baik berupa benda, foto, peristiwa dan lain-lain dapat menjadi sumber ide bagi sebuah tulisan. 

 Pada sesi tanya jawab Om Jay tetap memberikan tips dan menyemaganti peserta, berikut adalah beberap hal penting yang perlu kita catat dan harus selalu kita ingat jika kita ingin menjadi penulis hebat seperti halnya Om Jay: 

Kegiatan menulis setiap hari adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh semua orang asalkan kita rajin membaca setiap hari. Orang bisa menulis karena dia rajin membaca tulisan orang lain. Jangan berharap menjadi seorang penulis kalau kita belum bisa menjadi pembaca yang baik. Menulis dan membaca adalah dua buah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan seperti pasangan kekasih Romeo dan Juliet. 

Ingatlah selalu mantra ajaib Omjay. "Menulis lah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."